Perancangan Jaringan 2G

Assalamualaikum semuanya~~

Berikut mimin kembali post materi pembelajarn mengenai perancangan jaringan 2G dimana materi dapat dilihat di Youtube dan disediakan juga file PPTnya,.

Semoga bermanfaat ya..

Berikut Link untuk mengakses file PPT

https://drive.google.com/file/d/1IgZoBjrUGsxF41wZA_7AnnjN6BkQqxeU/view?ts=5b482026

dan terakhir berikut link untuk menonton materi di Youtube :

A. Pendahuluan

Teknologi generasi kedua muncul karena tuntutan pasar dan kebutuhan akan kualitas yang semakin baik. Generasi 2G sudah menggunakan teknologi digital. Generasi ini menggunakan mekanisme Time Division Multiple Access (TDMA) dan Code Division Multiple Access (CDMA) dalam teknik komunikasinya. Generasi kedua selain digunakan untuk komunikasi suara, juga bisa untuk SMS (Short Message Service adalah layanan dua arah untuk mengirim pesan pendek sebanyak 160 karakter), voice mail, call waiting, dan transfer data dengan kecepatan maksimal 9.600 bps (bit per second). Kelebihan 2G dibanding 1G selain layanan yang lebih baik, dari segi kapasitas juga lebih besar. suara yang dihasilkan menjadi lebih jernih, karena berbasis digital, maka sebelum dikirim sinyal suara analog diubah menjadi sinyal digital. Tenaga yang diperlukan untuk sinyal sedikit sehingga dapat menghemat baterai, sehingga handset dapat dipakai lebih lama dan ukuran baterai bisa lebih kecil. Meskipun Begitu Kecepatan transfer data masih rendah, tidak efisien untuk trafik rendah, jangkauan jaringan masih terbatas dan sangat tergantung oleh adanya BTS (cell Tower). [1

B. Arsitektur 2G

  1. Mobile Station (MS)

Mobile Station atau MS merupakan perangkat yang digunakan oleh pelanggan untuk melakukan pembicaraan. Terdiri atas:

-Mobile Equipment (ME) atau handset, merupakan perangkat GSM yang berada di sisi pengguna atau pelanggan yang berfungsi sebagai terminal transceiver (pengirim dan penerima sinyal) untuk berkomunikasi dengan perangkat GSM lainnya.

-Subscriber Identity Module (SIM) atau SIM Card, merupakan kartu yang berisi seluruh informasi pelanggan dan beberapa informasi pelayanan. ME tidak akan dapat digunakan tanpa SIM didalamnya, kecuali untuk panggilan darurat. Data yang disimpan dalam SIM secara umum, adalah:

1) IMMSI (International Mobile Subscriber Identity), merupakan penomoran pelanggan.

2) MSISDN (Mobile Subscriber ISDN), nomor yang merupakan nomor panggil pelanggan. [2]

2. Base Station System (BSS)

Base station system terdiri atas:

1) BTS Base Transceiver Station, perangkat GSM yang berhubungan langsung dengan MS dan berfungsi sebagai pengirim dan penerima sinyal. BTS berisi perangkat untuk mentransmisi dan menerima sinyal radio, antenna, dan perangkat untuk mengenkripsi dan mendekripsi komunikasi dengan Base station controller (BSC).

Biasanya BTS untuk sesuatu selain picocell akan memiliki beberapa transceiver (TRXs) yang memungkinkannya untuk melayani beberapa frekuensi yang berbeda dan berbagai sektor sel (dalam kasus BTS sektoral).

BTS dikontrol oleh BSC induk melalui ” base station control function” (BCF). BCF diimplementasikan sebagai unit diskrit atau bahkan tergabung dalam TRX di base station compact. BCF menyediakan koneksi operasi dan maintance (pemeliharaan) (O & M) ke network management system (NMS), dan mengelola keadaan operasional masing-masing TRX, serta penanganan perangkat lunak dan pengumpulan alarm.

Fungsi sebuah BTS sangat beragam tergantung dari teknologi seluler yang digunakan dan provicer telepon seluler. Ada beberapa vendor yang BTS adalah transceiver polos yang menerima informasi dari MS (stasiun bergerak) melalui antarmuka udara Um dan kemudian mengubahnya menjadi antarmuka berbasis TDM (PCM), antarmuka Abis, dan mengirimkannya ke BSC. Ada vendor yang membangun BTS mereka sehingga informasinya terproses, daftar sel target dihasilkan dan bahkan intracell handover (HO) dapat ditangani sepenuhnya. Keuntungan dalam hal ini adalah mengurangi beban pada antarmuka Abis yang mahal.

BTS dilengkapi dengan radio yang mampu memodulasi layer 1 dari antarmuka Um; untuk GSM 2G + tipe modulasi adalah Gaussian minimum-shift keying (GMSK), sedangkan untuk jaringan dengan EDGE adalah GMSK dan 8-PSK. Modulasi ini adalah sejenis continuous-phase frequency shift keying. Di GMSK, sinyal yang akan dimodulasi ke carrier lalu dihaluskan dengan Gaussianlow-pass filter sebelum diberi ke modulator frekuensi, yang sangat mengurangi interferensi ke saluran tetangga (interferensi saluran berdekatan).

Antenna combiners diimplementasikan untuk menggunakan antena yang sama untuk beberapa TRXs (carrier), semakin banyak TRX digabungkan, semakin besar kerugian combiner yang akan terjadi. Combiner sampai 8: 1 ditemukan hanya di sel mikro dan pico.

Frequency hopping sering digunakan untuk meningkatkan performansi BTS secara keseluruhan. Hal ini melibatkan perpindahan lalu lintas suara yang cepat antara TRXs di sektor tertentu. Hopping sequence diikuti oleh TRX dan handset yang menggunakan sektor ini. Beberapa rangkaian hopping tersedia, dan urutan yang digunakan untuk sel tertentu terus disiarkan oleh sel itu sehingga diketahui oleh handset.

TRX mentransmisikan dan menerima sesuai dengan standar GSM, yang menentukan delapan TDMA timeslots per frekuensi radio. TRX mungkin kehilangan sebagian dari kapasitas ini karena beberapa informasi diperlukan untuk disiarkan ke handset di area yang dilayani oleh BTS. Informasi ini memungkinkan handset untuk mengidentifikasi jaringan dan mendapatkan akses ke sana. Sinyal ini memanfaatkan saluran yang dikenal sebagai Broadcast Control Channel (BCCH).[3]

2) BSC Base Station Controller, perangkat yang mengontrol kerja BTS-BTS yang berada di bawahnya dan sebagai penghubung BTS dan MSC. Dari beberapa BTS kemudian dikontrol oleh satu Base Station Controller (BSC) yang terhubungkan dengan koneksi microwave ataupun serat optik. Meskipun istilah BTS dapat diterapkan ke salah satu standar komunikasi nirkabel, biasanya dan umumnya terkait dengan teknologi komunikasi mobile seperti GSM dan CDMA. Dalam hal ini, BTS merupakan bagian dari base station subsystem (BSS) perkembangan untuk sistem manajemen. Ini juga mungkin memiliki peralatan untuk mengenkripsi dan mendekripsi komunikasi, spektrum penyaringan alat (band pass filter), dll antena juga dapat dipertimbangkan sebagai komponen dari BTS dalam arti umum sebagai mereka memfasilitasi fungsi BTS. Biasanya BTS akan memiliki transceiver beberapa (TRXs) yang memungkinkan untuk melayani beberapa frekuensi yang berbeda dan berbagai sektor sel (dalam kasus BTS sectorised). Sebuah BTS dikendalikan oleh kontroler orangtua base station melalui fungsi base station kontrol (BCF). BCF ini dilaksanakan sebagai unit diskrit atau bahkan tergabung dalam TRX di BTS kompak. Para BCF menyediakan operasi dan pemeliharaan (O & M) koneksi dengan sistem manajemen jaringan (NMS), dan mengelola kondisi operasi dari TRX masing-masing, serta penanganan perangkat lunak dan koleksi alarm. Struktur dasar dan fungsi dari BTS tetap sama tanpa teknologi nirkabel. [4]

3. Network Sub-system (NSS)

Network sub system terdiri atas:Mobile Switching Center (MSC), merupakan sebuah network element central dalam sebuah jaringan GSM. MSC sebagai inti dari jaringan seluler, dimana MSC berperan untuk interkoneksi hubungan pembicaraan, baik antar seluler maupun dengan jaringan kabel PSTN, ataupun dengan jaringan data.

1) Home Location Register (HLR), yang berfungsi sebagai sebuah database untuk menyimpan semua data dan informasi mengenai pelanggan agar tersimpan secara permanen.

2)Visitor Location Register (VLR), yang berfungsi untuk menyimpan data dan informasi pelanggan.

3)Authentication Center (AuC), yang diperlukan untuk menyimpan semua data yang dibutuhkan untuk memeriksa keabsahaan pelanggan. Sehingga pembicaraan pelanggan yang tidak sah dapat dihindarkan.

4) Equipment Identity Registration (EIR), yang memuat data-data pelanggan.

4. Operation and Support System (OSS)

Operation and support system merupakan sub sistem jaringan GSM yang berfungsi sebagai pusat pengendalian, diantaranya fault management, configuration management, performance management, dan inventory management.

Secara bersama-sama, keseluruhan network element di atas akan membentuk sebuah PLMN (Public Land Mobile Network). Frekuensi pada 3 Operator Terbesar di Indonesia:

1) Indosat: 890 – 900 Mhz (10 Mhz).

2) Telkomsel: 900 – 907,5 Mhz (7,5 Mhz).

3) Excelcomindo: 907,5 – 915 Mhz (7,5 Mhz).

C. Kesimpulan

GSM, sebagai sistem telekomunikasi seluler digital memiliki keunggulan yang jauh lebih banyak dibanding sistem analog, di antaranya:

1) Kapasitas sistem lebih besar, karena menggunakan teknologi digital di mana penggunaan sebuah kanal tidak hanya diperuntukkan bagi satu pengguna saja sehingga saat pengguna tidak mengirimkan informasi, kanal dapat digunakan oleh pengguna lain.

2) Sifatnya yang sebagai standar internasional memungkinkan roaming mancanegara.

3) Dengan teknologi digital, tidak hanya mengantarkan suara, tapi memungkinkan servis lain seperti teks, gambar, dan video.

4)Keamanan sistem yang lebih baik.

5) Kualitas suara lebih jernih dan peka.

6) Mobile (dapat dibawa ke mana-mana).

D. Referensi

1) https://tomorrow4life.wordpress.com/2013/02/07/sejarah-dan-perkembangan-jaringan-seluler-2g-3g-4g/

2) http://studyinformatics.blogspot.co.id/2012/07/jaringan-seluler-2g-3g-lte.html

3) https://en.wikipedia.org/wiki/Base_station_subsystem

4) http://nugrahawildan.blogspot.co.id/2013/02/bts-base-transceiver-station.html

 

Berikut ini saya lampirkan file presentasi tentang arsiterktur 2G dalam bentuk pdf :

http://tuah.student.ittelkom-pwt.ac.id/wp-content/uploads/sites/93/2018/03/GSM-Architecture-Fundamentals.pdf